Rabu, 25 Juni 2014

ADHD pada Anak



Apa Itu ADHD?
Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah suatu kondisi yang menghalangi anak dari kemampuan mereka untuk fokus dan memberikan perhatian terhadap suatu hal. Anak-anak dengan ADHD mudah gelisah dan mudah terganggu. Hal tersebut membuat Anak sulit untuk tetap “pada tugasnya,” apakah itu mendengarkan guru atau menyelesaikan tugas yang diberikan. Insitut Nasional Kesehatan Jiwa di Amerika memperkirakan 3% sampai 5%  anak-anak memiliki ADHD, tetapi beberapa ahli percaya angka tersebut bisa sebesar 10%.
 

Gejala ADHD Pada Anak:
 
1. Tidak Mampu Memberikan Perhatian
Gejala utama ADHD adalah ketidakmampuan untuk memberikan perhatian. Anak-anak mungkin mengalami kesulitan mendengarkan pembicara, mengikuti petunjuk, menyelesaikan tugas, atau mengetahui letak barang-barang pribadi. Mereka mungkin sering melamun dan membuat kecerobohan. Anak-anak dengan ADHD cenderung menghindari aktivitas yang membutuhkan konsentrasi berkelanjutan atau aktivitas yang mungkin membosankan.
 

2. HiperaktifKomponen lain dari ADHD adalah ketidakmampuan untuk duduk diam. Anak-anak dapat berlari dan memanjat benda secara terus-menerus, bahkan ketika di dalam ruangan. Ketika mereka duduk, mereka cenderung menggeliat, gelisah, atau melompat. Beberapa anak-anak dengan ADHD berbicara dengan berlebihan dan sulit untuk bermain dengan tenang.
 

3. Impulsif
Gejala ketiga adalah impulsif, seperti memotong antrian, mengganggu orang lain, atau melontarkan jawaban sebelum guru selesai bertanya. Aspek ADHD ini membuat sulit anak-anak untuk menunggu giliran atau berpikir sebelum mereka bertindak.


Dampak ADHD Dalam Kehidupan Sehari-hari
Tanpa pengobatan, ADHD dapat mempengaruhi perkembangan sosial dan akademis anak. Ketidakmampuan untuk fokus sering menyebabkan kinerja yang buruk di sekolah. Anak-anak yang mengganggu atau memotong antrian mungkin kesulitan berteman. Kemunduran tersebut dapat menyebabkan rasa rendah diri dan perilaku yang berbahaya. ADHD juga meningkatkan risiko depresi dan gangguan kecemasan pada masa kanak-kanak.


Penyebab ADHD
Anak-anak dengan ADHD memiliki aktivitas yang kurang di daerah otak yang mengendalikan perhatian. Mereka juga mungkin memiliki ketidakseimbangan kimia otak yang disebut neurotransmitter. Masih belum jelas apa yang menyebabkan penyimpangan tersebut, tapi ADHD berjalan dalam keluarga, karena itu banyak ahli percaya bahwa genetika berperan dalam ADHD.

Mendiagnosa ADHD
Tidak ada tes laboratorium untuk mendeteksi ADHD. Jadi dokter mendiagnosa dengan menilai respon pasien terhadap pertanyaan, deskripsi keluarga terhadap masalah perilaku pasien, dan penilaian sekolah. Dengan ADHD, seorang anak harus menunjukkan beberapa kombinasi seperti kurangnya perhatian, hiperaktif, dan impulsif selama paling tidak enam bulan sampai ke tingkat yang maladaptif dan tidak konsisten dengan usia pasien. Permulaan gejala ADHD perlu tampak pada usia tidak lebih dari 7 tahun.


Tipe-Tipe ADHD
Terdapat tiga bentuk ADHD. Tipe Gabungan adalah yang paling umum dan berlaku untuk anak-anak yang menampilkan gejala ketidakmampuan memberikan perhatian, hiperaktif, dan impulsif. Dalam tipe hiperaktif / impulsif, anak-anak mudah gelisah dan tidak bisa mengendalikan dorongan mendadak. Sedangkan anak-anak dengan tipe kurang memperhatikan, yang sebelumnya disebut attention deficit disorder (gangguan kurangnya perhatian), maka anak-anak kesulitan untuk fokus. Tapi mereka tidak terlalu aktif dan biasanya tidak mengganggu kelas.



Pengobatan untuk ADHD
Obat stimulan dapat membantu meningkatkan rentang perhatian anak sambil mengendalikan hiperaktif dan perilaku impulsif mereka. Penelitian menunjukkan obat tersebut bekerja pada 70% sampai 80% pasien, meskipun memang obat itu mungkin memiliki beberapa efek samping yang mengganggu. Obat non-stimulan juga merupakan pilihan untuk beberapa anak.

Konseling untuk ADHD
Konseling dapat membantu anak dengan ADHD untuk belajar menangani frustrasi dan membangun kepercayaan diri. Konseling juga dapat menyediakan strategi pendukung bagi orang tua. Jenis terapi tertentu, yang disebut pelatihan ketrampilan sosial, dapat membantu memperbaiki anak dalam bergiliran dan berbagi. Penelitian menunjukkan bahwa pengobatan jangka panjang dengan kombinasi obat dan terapi perilaku memberikan hasil lebih efektif daripada menggunakan obat saja.

Pendidikan Khusus untuk ADHD
Sebagian besar anak dengan ADHD dididik di kelas umum, tetapi beberapa anak dapat berbuat lebih baik di lingkungan yang lebih terstruktur. Pendidikan khusus adalah jenis sekolah yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan spesifik anak-anak yang memiliki ketidakmampuan belajar atau gangguan perilaku. Tidak semua anak-anak dengan ADHD memenuhi syarat untuk pendidikan khusus.

Fungsi Rutinitas
Orangtua dapat memberikan anak-anak struktur yang lebih banyak di rumah dengan memberikan rutinitas yang jelas. Memasang jadwal harian akan mengingatkan anak Anda mengenai apa yang seharusnya dia lakukan pada waktu tertentu. Hal ini dapat membantu anak dengan ADHD untuk tetap melakukan tugasnya. Jadwal yang diberikan harus mencakup waktu tertentu untuk bangun tidur, makan, bermain, mengerjakan pekerjaan rumah, dan tidur malam.

Pola Makan ADHD
Sampai saat ini, masih belum pasti apakah pola makan dapat memperbaiki gejala ADHD. Beberapa penelitian tentang pola makan ADHD telah memberikan hasil yang beragam. Beberapa ahli kesehatan percaya makanan yang baik untuk otak dapat mengurangi gejala ADHD, seperti makanan yang tinggi protein (termasuk telur, daging, buncis, dan kacang-kacangan), dapat meningkatkan konsentrasi. Mengganti karbohidrat sederhana (seperti permen dan roti putih) dengan karbohidrat kompleks (seperti pir dan roti gandum) mungkin juga dapat membantu ADHD. Konsultasikan dengan dokter anak Anda sebelum membuat perubahan dramatis pada pola makan anak Anda.

ADHD dan Junk Food
Junk Food adalah makanan  nirnutrisi atau makanan yang tidak sehat atau memiliki sedikit kandungan nutrisi. Walaupun banyak anak-anak menjadi aktif setelah makan junk food, namun tidak ada bukti bahwa gula merupakan penyebab ADHD. Begitu juga dengan zat aditif makanan, peran zat tersebut juga belum dapat dipastikan. Beberapa orang tua percaya pengawet dan pewarna makanan memperburuk gejala ADHD, dan American Academy of Pediatrics (Akademi Dokter Anak Amerika) menyarankan untuk sebaiknya menghindari zat aditif tersebut.

Apakah Televisi Menyebabkan ADHD?
Hubungan antara televisi dan ADHD masih belum jelas, tetapi American Academy of Pediatrics (Akademi Dokter Anak Amerika) menyarankan untuk membatasi paparan pada anak kecil. Mereka tidak merekomendasikan anak-anak dibawah usia 2 tahun untuk menonton televisi dan merekomendasikan tidak lebih dari dua jam sehari untuk anak-anak yang lebih tua. Tujuannya untuk membantu anak Anda mengembangkan keterampilan untuk berkonsentrasi, mendorong aktivitas seperti fisik permainan, permainan menggunakan balok, teka-teki, dan membaca.

Mencegah ADHD
Tidak ada cara pasti untuk mencegah ADHD pada anak-anak, tetapi ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko. Anda dapat meningkatkan kemungkinan anak Anda untuk tidak memiliki ADHD dengan tetap sehat selama kehamilan. Mulailah dengan menghindari alkohol, obat-obatan, dan rokok selama kehamilan. Anak-anak yang ibunya merokok selama kehamilan memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk terkena ADHD.

Bagaimana bila Anak terdiagnosa  ADHD?
Dengan pengobatan, sebagian besar anak-anak dengan ADHD dapat memperbaiki kondisinya. Mereka harus terus menjalani tindak lanjut rutin karena banyak anak-anak dapat mengatasi gangguan tersebut seiring usia mereka bertambah dewasa. Namun lebih dari setengahnya, tetap mengalami gejala-gejala ADHD setelah mereka mencapai usia dewasa.

Sumber:WebMD
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar